Sejarah Desa Cikawungading

Berdasarkan hasil penelitian leluhur , tertua kampung yang sedikitpun tidak mengenyam bangku sekolah , buta hurup yang lahirnya diatas tahun 1760 . mereka menceritakan berdasarkan keterangan orangtua mereka , bahwa belanda mulai menguasai menjajah wilayah Indonesia sekitar tahun 1929 masehi. Tidak lama kemudian setelah belanda selesai menjajah wilayah Indonesia dari daerah /kabupaten tasikmalaya , Bupati akan berencana membuat desa didaerah selatan, dalam perjalanan mencari lokasi desa , bupati membawa tokoh masyarakat untuk petunjuk jalan yaitu orang orang sukapura yang bernama Radden Indrakerta dengan istrinya Raden Masiti.

Perjalan kedaerah selatan memakan waktu berhari-hari , pada suatu hari rombongan merasa cape kemudian berhenti disuatu tempat  untuk beristirahat , saking betahnya berhenti ditempat tersebut akhirnya bupati membuat keputusan : “sekarang tempat ini kita jadikan sebuah desa , tempat dimana kita berhenti , sehingga nama desapun kita kasih nama Desa Sindang“. kata Sindang diambil dari kata “EUREUN” (bahasa sunda) yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti berhenti.

Pengelola / pemimpin desa tersebut ditugaskan oleh bupati yaitu Raden Indrakerta setelah beliau ditugaskan menjadi Kades Sindang, beliau sungguh –sungguh mengelola desa tersebut yang rakyatnya berada diperkampungan yaitu : di kampung sindang , ciguha, cipariuk, cimatang, cisarua, kupa nunggal, batu sengked kampung negla  dan buniayu , yang disebut tokoh kampung pada jaman itu yaitu mbah Suma dari sindang , mbah Nakijam dari ciguha , mbah Dalem membawahi cipariuk dan batu sengked . cimatang membawahi cisarua yang dipimpin oleh Raja Nipah , Raja Nimbang di kupa nunggal, buniayu membawahi negla yang dipimpin oleh mbah Aritiam.

Pada saat itu pemerintah belanda membangun jalan dari simpang – cipatujah – cidadap – cikalong – cikadu – kalapa genep sampai kepasir lasih yang merupakan perbatasan kabupaten Tasikmalaya dan kabupaten Ciamis kalau sekarang menjadi Kabupaten Pangandaran. Bahkan masyarkat sindang juga mempuyai jatah untuk membuat jalan di darawati . dengan kekejaman penjajahan pada waktu itu diperkampungan itu banyak orang yang celaka oleh hewan buas, sebab tidak ada laki-laki karena harus bekerja di jalan.

Akhirnya banyak orang yang meninggalkan kampung itu dan mengungsi disuatu tempat setelah masyarakat selesai membuat jalan para tokoh masyarakat menyelenggarakan rapat dan hasil rapat itu memufakatkan bahwa ibu kota Desa harus dipindahkan dari Sindang kesuatu tempat yang bernama Cisaat , yang sekarang dikenal dengan nama Sindangkerta, bahkan warga yang mengungsi diajak pindah oleh Eyang Kerta , sampai tempat bekas mengungsi dinamakan kerta rahayu, yang mengambil arti dari “eyang kerta” yang mengajak yang dalam bahasa sunda “ngahayukeun” untuk pindah .setelah itu ibu kota sindang ditetapkan di Cisaat, Eyang Kerta wafat, namun tidak ada tahun yang tepat  tentang wafatnya Eyang Kerta.

Menurut cerita, eyang kerta di makamkan di sindang , bahkan sampai sekarang makam beliau masih ada dan dijaga serta dipelihara dengan baik. Setelah kepemimpinan desa diteruskan oleh yang baru tidak ada informasi kades yang baru. Tapi Desa Sindang diganti dengan nama Sindangkerta  yang mengambil arti “sindang” dari nama desa asal dari “kerta” dari nama orang yang mengelola desa sindang. Dan sampe sekarang dikenal dengan nama Sindangkerta.

Setelah itu Sindangkerta memekarkan kampung yang berada disebelah timur pada tahun 1900, dengan nama kampung Cikawungading. Nama ini dibuat oleh mbah Saca Wijaya yang merupakan mbah sesepuh kampung itu. Pada saat itu ada pohon Aren yang dalam bahasa sunda dikenal dengan nama “kawung” yang berwarna putih tulang , dalam bahasa sunda warna tersebut dikenal dengan nama “adding” selain itu pohon tersebut berada disungai sampai sungai itu juga disebut sungai Cikawungading .

Menurut  cerita tahun 1942 M, belanda yang sedang menguasai Indonesia kalah perang oleh nipong (jepang). Bahkan menurut sejarah jepang mulai menjajah Indonesia tanggal 23 maret 1942 M yang lamanya 3 tahun . karena jepang menjajah lebih kejam dari belanda , akhirnya perjuangan bangsa Indonesia semakin bersemangat dan semakin mempererat persatuan. Dengan  sariat daya juang bangsa Indonesia dikabul oleh allah Indonesia merdeka pada tanggal 17 agustus 1945.

Setelah Indonesia merdeka , Pemerintah mulai  membangun sarana pendidikan , bahkan desa-desa juga menyelenggarakan sekolah yang disebut : SR (sekolah rakyat – sekolah rendah) yang paling utama setelah itu Indonesia merdeka yaitu sarana pendidikan banyak dimekarkan.

Bahkan desa sindangkerta pada tahun 1964 juga memekarkan sekolah ke kepunduhan buniayu yang bernama SDN negla sari  Ditambah dari masa ke masa , dipesisir selatan terdapat tempat untuk komunitas nelayan yang dibuka pada tanggal 27 juli 1975 yang pembukaan nya diwakili oleh pak ismail , pak kancil , pak piyus dan semua pemuda pangandaran kabupaten ciamis, sehingga tempat  itu dinamakan Pamayangsari, yang nama asalnya geblugan / cikuya hirup. Nama pamayang merupakan bahasa sunda dari nama “nelayan”, jadi tempat itu merupakan penurunan ikan ke laut. Dengan merdeka nya Indonesia jumlah penduduk terus bertambah bahkan banyak desa yang dimekarkan.

Karena banyaknya penduduk, Sindangkerta memekarkan desa kesebelah timur pada tanggal 20 Mei 1976 yang bernama Cikawungading. Dengan luas daerah kurang lebih 2.368 hektar, yang layaknya ada di 4 kepunduhan yaitu :

  1. Cikawunading
  2. Kalaksanan
  3. Buniayu
  4. Sindang

Pada waktu itu di kepalai oleh pak Emin Mahfud mantan sekdes sindang.

Perjuangan pa Emin Mahfud yang cukup lumayan didalam kejujuran dan kemajuan. Setelah pemilu tahun 1977 pemerintah kabupaten membangun / mengaspal jalan dari cipatujah-cikawungading kurang lebih 11 km. Lamanya pa Emin Mahpud menjadi kades kurang lebih selama 3 tahun.

Setelah pa Emin Mahfud  menyerahkan jabatan dari kepala desa , kepala desa dilanjutakan oleh bapak Sayudi . masa baktinya bapak sayudi kurang lebih selama 2 tahun .

Setelah pak Sayudi mengundurkan diri dari jabatannya menjadi kades , kepala desa dijabat oleh oleh pak Aga Suganda selaku sekdes cikawungading dan menjabat selama 1 tahun.

Di tahun 1983 akhir diadakan lagi pemilihan kades yang hasil suara terbanyak adalah bapak Jaka Atmawijaya masa baktinya beliau adalah selama 8 tahun .

Dimasa itu pemerintah tingkat kabupaten membangun jembatan yaitu jembatan sungai cikawungading pada tahun anggaran 1990-1991, dan jembatan sungai cikawungading pada tahun anggaran 1991-1992.

Setelah bapak Jaka Atmawijaya habis jabatannya masih di tahun itu diadakan kembali pemilihan kades yang hasil pemilihan suara terbanyak adalah bapak Jeje Sukaendar yang mendapat tugas menjabat selama satu setengah tahun.

Setelah itu beliau beralih tugas menjadi PNS/guru SD. Setelah  bapak Jeje Sukaendar mengundurkan diri dari kades . kades dijabat lagi oleh bapak Jaka Atmawijaya pada tahun anggaran 1995-1996. Pemerintah kabupaten Tasikmalaya mengaspal jalan dari Nambo-Kalaksanan-Buniayu-Sindang kurang lebih 10 KM.

Desa Cikawungading memekarkan dusun yaitu :

  1. Dusun Sukasari dari Dusun Cikawungading
  2. Dusun Pantilaksana dari Dusun Kalaksanan

Jadi sekarang Desa Cikawungading dari 4 kedusunan berubah menjadi 6 kedusunan yaitu:

  1. Dusun Cikawungading
  2. Dusun Kalaksanan
  3. Dusun Buniayu
  4. Dusun Sindang
  5. Dusun Sukasari
  6. Dusun Pantilaksana

Desa Cikawungading memekarkan lagi dusunnya menjadi 8 Kedusunan yaitu :

  1. Dusun Cikawungading
  2. Dusun Kalaksanan
  3. Dusun Buniayu
  4. Dusun Sindang
  5. Dusun Sukasari
  6. Dusun Pantilaksana
  7. Dusun Mekarjaya pemekaran dari Dusun Sindang
  8. Dusun Sukasirna pemekaran dari Dusun Buniayu

Sampai pada tahun 1998 Kepala Desa masih dijabat oleh bapak Jaka Atmawijaya , namun Perangkat Desa tidak ada yang dirubah yaitu:

  1. Sekretaris Desa  : bapak Agas Suganda
  2. Bagian pemerintah : bapak Supyan
  3. Bagian keuangan  : bapak Ion Suryana
  4. Bagian ekbang  : bapak Aldi
  5. Bagian kesra   : bapak Salim
  6. Bagian Umum : Bapak T. Supriatna

Perjuangan bapak Jaka Atmawijaya selaku pejabat alhamdulilah ada didalam keseimbangan . Setelah bapak Jaka Atmawijaya mundur dari jabatannya pada tahun 1998, diadakan lagi pemilihan kades dimenangkan oleh bapak Memed Suganda, setelah dilantik beliau memegang jabatan kades Cikawungading alhamdulilah ada dalam kemajuan.

Desa Cikawungading memekarkan lagi dusunnya menjadi 9 Kedusunan yaitu :

  1. Dusun Cikawungading
  2. Dusun Kalaksanan
  3. Dusun Buniayu
  4. Dusun Sindang
  5. Dusun Sukasari
  6. Dusun Pantilaksana
  7. Dusun Mekarjaya
  8. Dusun Sukasirna
  9. Dusun Pamayangsari pemekaran dari Dusun Cikawungading

Setelah bapak Memed mundur dari jabatannya pada tahun 2003, diadakan lagi pemilihan Kades pada tahun 2004 dimenangkan oleh bapak Holidin namun perangkat desa di rubah yaitu:

  1. Sekdes  : Eli Ratningsih
  2. Bagian Pemerintahan  : Supyan
  3. Bagian Umum : T.Supriatna
  4. Bagian Ekbang  : Aldi
  5. Poldes   : Endang Sayudin

Sehubungan Bapak Holidin mendapat kecelakaan lalulintas dan meninggal dunia pada tahun 2004, menjadi kepala desanya Cuma kurang lebih 8 bulan.

Diadakan lagi pemilihan PJS kades, di menangkan oleh bapak Supyan selama 1 Tahun Perangkat Desanya masih tetap.

Dilanjutkan PJS oleh Bapak Ade Sap’an, namun Perangkat Desa dirubah yaitu :

  1. Sekdes                                       : Eli Ratningsih
  2. Bagian Pemerintahan                : T.Supriatna
  3. Bagian Umum                           : Dudung
  4. Bagian Ekbang                          : Memed
  5. Poldes                                       : Wahyu Hidayat

Pada Tahun 2007 diadakan lagi pemilihan kades dimenangkan oleh bapak Mustarom, namun Perangkat Desa di rubah yaitu :

  1. Sekdes                                       : Eli Ratningsih
  2. Bagian Pemerintahan                : T.Supriatna
  3. Bagian Umum                           : Wahyu Hidayat
  4. Bagian Ekbang                          : Memed
  5. Poldes                                       : H.Langju

Pada Tahun 2013 diadakan lagi pemilihan Kades dimenangkan oleh bapak Dadang Suhermawan namun perangkat Desa di rubah yaitu :

  1. Sekdes                                   : Wahyu Hidayat
  2. Kasi Pemerintahan                 : Memed
  3. Kasi Pelayanan                       : Aep Saepudin
  4. Kasi Kesejahteraan                 : Heris Langju
  5. Kaur Tata Usaha dan Umum  : Aji Junaedi
  6. Kaur Perencanaan                  : Leni Andiani
  7. Kaur Keuangan                       : Iwan Nasihin

Seiring berjalannya waktu dan perubahan undang-undang tentang Desa ada perubahan lagi Perangakat Desa Cikawungading yaitu :

  1. Sekdes                                   : Wahyu Hidayat
  2. Kasi Pemerintahan                 : Memed
  3. Kasi Pelayanan                       : Aep Saepudin
  4. Kasi Kesejahteraan                 : Heris Langju
  5. Kaur Tata Usaha dan Umum  : Aji Junaedi
  6. Kaur Perencanaan                  : Faruk Rizky
  7. Kaur Keuangan                       : Iwan Nasihin
  8. Bendahara                              : Rini Susanti
  9. Kadus Cikawungading           : Komar
  10. Kadus Kalaksanan                  : Anang
  11. Kadus Buniayu                       : Jaja Sanjaya
  12. Kadus Sindang                       : Iwan Irawandi
  13. Kadus Sukasari                       : Hanudin
  14. Kadus Pantilaksana                : Waridi
  15. Kadus Mekarjaya                    : Entis Sutisna
  16. Kadus Sukasirna                     : Asidi
  17. Kadus Pamayangsari              : Ajat

Demikian Riwayat Sejarah Desa Cikawungading yang untuk selamanya mudah-mudahan yang memimpin Desa Cikawungading dari pertama sampai selanjutnya semoga menjadi pemimpin yang jujur dalam pengelolaannya dan warganya menjadi sadar serta lancar dalam membangun Desa dalam segala bidang yang baik. Serta berhasil dalam tujuan dan cita-cita yang diharapkan yaitu Rakyat Subur Negara Makmur dengan Melaksanakan : pancasila dan UUD 1945 dengan disertai ketakwaan kepada Allah Swt.

Sampai Tulisan ini di Update Kepala Desa dan Perangkat Desa belum ada perubahan, mungkin tulisan ini akan terus bersambung apabila ada Update selanjutnya. Terima Kasih. 🙂

Facebook Comments